Social Icons

Pages

27 September 2011

Hasil Perbaikan Ulangan Harian Ke-1 Kelas IX

Hasil perbaikan ulangan harian ke-1 (materi bab 1 dan 2) kelas IX semeter hanjil 2011/2012 dapat diunduh di bawah:

21 September 2011

HASIL ULANGAN HARIAN KE-1 TIK KELAS VIII 2011/2012

Hasil Ulangan Harian ke-1 TIK KD: 1.1 dan 1.2 Semester Ganjil 2011/2012:
Klik sesuai dengan kelas yang ada di bawah ini:

18 September 2011

Game untuk Anak Usia TK

Game   ada sisi baik buruknya bagi perkembangan anak. Namun tidak semua jenis game/permainan itu berpotensi buruk bagi anak, tinggal bagaimana kita pandai-pandai memilih jenis game untuk anak kita. Permainan komputer/game computer yang mendidik sangat baik untuk melatih berfikir/otak anak dan juga untuk melatih motorik anak serta baik juga untuk memadukan kedua aspek tersebut.


Sebagai contoh game mewarnai sangat baik untuk melatih anak dalam berfikir tepat dan juga melatih gerak  tangan anak. Misalnya ada gambar daun maka anak harus berfikir akan diberi warna apa daun tersebut kemudian anak harus menggerakkan mouse ke warna hijau serta menempatkan warna hijau tersebut tepat ke gambar daun. Ini adalah salah satu contoh bagaimana permainan itu sangat baik untuk anak.
Dengan permainan/game kita juga bisa melatih anak untuk menggunakan perangkat TIK misalnya bagaimana cara memegang, menggerakkan, mengklik maouse.
Bagi Anda yang saat sebagai orang tua yang mempunyai anak usia TK silahkan download game-game di bawah ini secara gratis. Semoga bermanfaat. Jangan lupa tinggalkan komentar yaaaaa...
1. Download game 1
2. Download game 2 
3. Download game 3  
4. Download game 4
5. Di sini juga bisa......






17 September 2011

The Four Fundamental Functions of Toothpaste Explored


Virtually everybody uses toothpaste nowadays. It simply feels improper to go about cleaning your teeth without toothpaste, much the same way it would feel improper to go about bathing without a piece of soap. Few of us, however, pause to reflect on the purpose served by the toothpaste we so religiously use. For most of us, use of the toothpaste is simply the 'done thing.' We do it because we found it that way, and because others do it. The rational person, however, would want to know why they do the various things that they do. The rational person won't just go about using toothpaste because it is the done thing. They want to know why they do so - and that is precisely what we now proceed to explore, as we look at the four fundamental of toothpaste in the oral cleaning process.
The first function served by the toothpaste is that of removing dental plaque from the teeth. The mechanism by which toothpaste does this is very much like the mechanism via which soap attracts dirt from clothes. It is about the plaque molecules getting attracted to the toothpaste molecules, and therefore being pulled out of the teeth surface, and then being washed out of the mouth as you go about the rinsing process that follows the brushing. It is also about the plaque, as a substance, being scrubbed by the abrasive in the toothpaste. The plaque removal role served by the toothpaste is a very important one, by the way. Without it, one stands at the very real risk of suffering from dental carries, a disease which often causes to tooth extraction (or what we may call tooth amputation, to make it earn the seriousness it deserves).
The second function served by the toothpaste is that of removing food particles from the teeth surface. If you decided to brush your teeth without toothpaste, chances are that you wouldn't be succeeding in removing all food remains - rendering the whole tooth-brushing exercise largely an exercise in vanity. What one needs to remember here is that the food particles, if just left to stay on the teeth surface (or if removed improperly) would start rotting there, causing a lot of harm to the person on whose mouth they would be resident.
The third function served by the toothpaste is that of combating bad mouth odor, in the person who uses it. In the first instance, by properly removing food particles from the teeth, the toothpaste goes a long way in this regard (of combating halitosis). But on yet another note, we notice that most toothpastes tend to have in them some ingredients that are aimed at giving their users fresh breath, thus doing away with halitosis (or at least masking its effects).
The fourth function served by toothpaste is that of directly providing the teeth with the various nutrients they need. Most toothpastes will, for instance, actively give teeth fluoride - an important mineral for the well being of teeth. Many of them nowadays also provide the mouth with a compound known as xylitol; which goes a long way towards the prevention of gum diseases.


Article Source: http://EzineArticles.com/4314560

Mineral Water

However, the simplest answer is that mineral water is water that is filled with natural minerals. But what does this mean itself? After all, mineral water can come both from a natural source or an artificial source. So what does this mean?
When you buy bottled mineral water at your local store, you may believe that you are drinking natural mineral water just because the label says so, but the truth is that some mineral water may simply have been distilled or tap water that has had minerals added to it at a later stage in a bottling or preparation plant.
This may leave you wondering what is mineral water compared to regular water, like tap water and traditional bottled water. Mineral water, in its basic and natural form, is a much better source for the nutrients and additional health benefits you receive from drinking water. And what is mineral water compared to its artificial counterpart—both, in fact, are mineral water so there shouldn’t be much difference. But the truth is that mineral water, only in its pure state, will give you all of the vital and natural nutrients that you need.
There are two types of natural mineral waters, traditional mineral water and sparkling mineral water. Sparkling mineral water, unlike sparkling water, does not contain added carbonation. The bubbles in sparkling mineral water occur only through natural processes.
Additionally, mineral water is different than bottled water and tap water because it has not been treated in the same way as these other types of water. All water is initially mineral water until it is boiled, like distilled water, or sent through a softener or some sort of cleaning process. These cleaning processes commanded by state and federal water regulations in the US remove the minerals that many people find to be beneficial in maintaining their general health and well-being.
What mineral water is “made of” is another important question to ask when you’re deciding whether or not it can be beneficial to your health. The fact is that there is a long list of different minerals that may be present in mineral water that could be potentially beneficial to your health. These different types of minerals might include the following: calcium, magnesium, zinc, iron, sodium, potassium, chloride, nitrates, sulphates, fluoride and even bicarbonates.
The type of minerals found in the mineral water you are drinking will depend on the source of the water. For instance, minerals to be found in the hills of Italy differ from those to be found in the Rocky Mountains. Yet both places produce, bottle and export mineral waters.
Mineral water, no matter where it comes from or what minerals make it up, is an excellent addition to a healthy diet and exercise program as it will not only keep you hydrated, but also replace minerals that you lose through the normal course of your day.
Source: http://www.totallydrinkable.com/what-is-mineral-water.html

Harga Emas Turun, Stok ANTAM Habis

Hampir lima hari ini harga emas batangan 24 karat cenderung turun. Seiring turunnya harga emas batangan murni tersebut maka permintaan konsumenpun meningkat dan yang terjadi adalah stok emas ANTAM bertuliskan Not Available atau tidak tersedia. Konsumenpun banyak yang kecewa karena setiap harga emas turun, persediaan juga habis.

Kemarin harga emas turun lumayan banyak, dari data yang bersumber dari logammulia.com menunjukkan emas batangan 10 gram turun dari harga Rp. 5. 405.000,- menjadi Rp. 5.265.000,- atau Rp. 540.500,- per gram menjadi Rp. Rp. 525.500,- per gram. Namun status stok Not Available. Untuk harga dengan berat yang lain misalnya, 1 gr, 2 gr, 2,5 gr, 3 gr, 4 gr, 5 gr, 25 gr, 50 gr, 100 gr, 250 gr, dan 1000 gr juga turun bisa dilihat di situs logammulia.com

12 September 2011

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Dunia


Pada dasarnya ada lima faktor utama yang mempengaruhi harga emas.  Lima faktor yang mempengaruhi harga emas tersebut harus benar-benar diperhitunggan sebelum menjual atau membeli emas. Faktor-faktor tersebut  adalah:
1. Nilai dolar AS
2. Permintaan untuk perhiasan oleh pasar Asia dan Cina
3. Cadangan Bank Sentral
4. Produksi emas
5. Kenaikan investasi emas
Faktor terpenting yang mengatur harga emas adalah nilai US Dollar. Dolar AS yang lebih kuat akan menjaga harga emas terkendali dan rendah. Pelemahan dolar akan mempengaruhi harga emas untuk melambung tinggi. Ekonomi AS memainkan peran penting dalam membentuk makroekonomi dunia. Ketika dolar yang kuat, orang akan berinvestasi dan membeli dalam dolar.
Namun, belakangan ini ekonomi AS banyak menderita karena terjadinya krisis dunia. Dolar mulai goyah dan tidak bisa menjanjikan kestabilannya, ini adalah alasan mengapa orang dan banyak negara mulai penimbunan emas besar-besaran. Cadangan emas yang tinggi akan memperkuat perekonomian nasional dan bertindak sebagai perlindungan nilai terhadap inflasi.
Sejak beberapa dekade terakhir ini, beberapa orang merasa bahwa dolar menunjukkan kinerja yang lemah di pasar saham dunia, dana mereka mulai diinvestasikan di emas atau koin emas dan ini meningkatkan jumlah permintaan emas. Seperti dengan semua komoditas lain, emas juga tergantung pada suply dan demand yang beredar di masyarakat.
Cina dan India merupakan pembeli terbesar untuk pasar perhiasan emas. Pada tahun 2004, warga Cina diberi kepemilikan ignot untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini memicu permintaan yang sangat tinggi terhadap emas batangan, yang kemudian mempengaruhi harga emas di seluruh dunia. Pada tahun 2009, akibat krisis ekonomi global rekor penurunan tercatat 32% untuk permintaan dalam emas perhiasan, yang mengakibatkan sedikit penurunan dalam harga emas.
Bank-bank sentral menyimpan cadangan ignot sebagai nilai lindung terhadap inflasi. Kebijakan moneter lain dari bank sentral juga mempengaruhi harga emas. Suku bunga rendah mencegah orang untuk berinvestasi di uang kertas, mereka akan beralih ke logam emas dengan harapan hasil investasi yang lebih baik. Jika bank sentral memberikan tingkat suku bunga tinggi, kemungkinan bahwa harga ignot akan jatuh.
Karena meningkatnya biaya produksi di pertambangan emas, memburuknya situasi politik, peningkatan tajam harga minyak paska perang Irak, penurunan dalam produksi pertambangan emas dalam catatan 5 tahun terakhir ini dan populasi penduduk dunia yang terus meningkat, sehingga mempengaruhi keinginan alami manusia untuk menimbun emas guna mengamankan aset kekayaan yang mereka miliki, semakin mempengaruhi kenaikan harga emas dari masa ke masa.
Sumber 
http://hargaemas48.wordpress.com/2011/06/16/faktor-yang-mempengaruhi-harga-emas/


Emas 24 Karat sebagai Alternatif untuk Mengamankan Harta Anda

Salah satu cara untuk mengamankan harta kita adalah dengan cara menabungkannya ke bank, bisa melalui tabanas, deposito atau lainnya. Dengan menyimpannya di bank maka harta anda akan aman dari pencurian atau tindak kejahatan lainnya dengan catatan disimpan pada bank yang dijamin pemerintah.

Cara lain yang juga aman dan akan menghasilkan keuntungan adalah dengan membelanjakan harta kita berupa emas 24 karat. Ini dianggap lebih menguntungkan karena harga emas menurut sejarah selalu meningkat tahun demi tahun. Anda bisa membeli emas 24 karat di PT. ANTAM atau lewat Pegadaian, atau juga bisa lewat bank. Dalam membeli emas murni tersebut bisa dengan cara cash/kontan atau kredit lewat bank. Dengan lewat bank anda hanya butuh dana sekitar 20-30% dari harga emas yang anda beli kemudian anda tinggal mencicilnya esuai dengan perjanjian. Bisa juga dengan cara anda membeli emas batangan secara kontan kemudian anda gadaikan ke Pagadaian dengan nominal uang sebesar 80% harga emas tersebut lalu tambahkan sedikit dana lagi untuk membeli emas lagi. Andapun punya dua ema 24 karat. Empat bulan kemudian Anda tebus. Bila tidak punya uang untuk menebus silahkan jual emas tersebut bila harga emas sedang melonjak maka anda akan memperoleh keuntungan. Ini juga termasuk salah satu contoh bisnis emas sederhana.

Membuat Informasi Harga Emas Dunia di Blog

Mungkin banyak blog yang belum diberi fasilitas informasi harga emas dunia, pada kali ini saya akan memberikan informasi bagaimana cara memasang informasi harga emas dunia di slidebar blog atau website anda. Ini sangat mudah hanya dengan cara masuk pada situs http://www.kitco.com/price/ di sana anda tinggal memilih model yang sesuai dengan ukural slidebar blog/website anda kemudian silahkan kopi kodenya dan paste di blog/website Anda. Dengan memasang informasi tersebut pengujung blog Anda akan selalu bisa mendapatkan info terkini tentang harga emas dunia sehingga bisa dijadikan referensi untuk bisnis emas terkini.

10 September 2011

Memanfaatkan Blog untuk Mencari Uang

Manfaatkanlah kesempatan yang anda punya untuk menghasilkan tambahan penghasilan sebagai pendukung dari pekerjaan utama anda. Bagi yang kesehariannya sering mengakses internet apalagi akses internetnya diperoleh secara gratis sangat rugi apabila tidak memanfaatkannya untuk mencari uang (dolar). Sebagai contoh pada blog saya ini ada bagian-bagian blog yang saya isi dengan program PPC (Pay Per Click) yang mana bila anda mengkilk iklan yang ada di blog saya, maka saya akan mendapat dolar dari pemasang iklan tersebut.

Pada bagian atas blog saya ada iklan dari Chitika.com. kemudian bagian kiri ada iklan dari google. Silahkan klik iklan-iklan terebut, maka saya akan mendapatkan penghasilan tanpa merugikan anda. Klik yaa..... heheheh.
Sekarang tinggal anda mau memanfaatkan kesempatan yang ada apa tidak. aya yakin anda saat ini sudah punya modal berupa Blog dan akses internet. Tunggu apalgi, Anda tinggal mendaftar di Chitika.com atau di google adsense.

On Gold Price

Gold prices are still much influenced by the problems in Europeand the Middle East with lingering worries about the eurozone'sdebt problem unresolved ahead of a meeting of policy makers onFriday.
On March 7, gold scored a new record for the highest price at U.S.$ 1,445 per troy ounce. Boom in gold prices because of the highanxiety the prospect of rising inflation and unrest in the MiddleEast. But a very sharp rise in gold is making investors malakukanprofit taking gold had touched the lowest prices on $ 1,403.
Currently the price of gold was at $ 1.413 level after on Thursdayhad dropped sharply to reach its lowest level at $ 1.403. The decline in gold prices was triggered by profit taking by investors.As for the Physical Precious Metals Gold investment, gold pricesdrop this into an opportunity to increase its investment with a cheaper price. Gold prices are expected to strengthen next week.Concerns related to the unrest in North Africa and the Middle Eastis still the main drivers of this rally yellow. Moreover, re-airings of anxiety over European debt crisis could increase the attractiveness of gold as an investment alternative.

08 September 2011

Informasi Guru di Lingkungan Kemenag Kabupaten Bojonegoro yang Belum Punya NRG

Masih banyak guru yang sudah bersertifikasi di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Bojonegoro tapi belum mempunyai Nomor Registrasi Guru (NRG) dari Kemendiknas. Baik yang berstatus GTT, PNS, maupun DPK. Akibat dari belum keluarnya NRG tersebut maka tunjangan sertifikasi guru profesional belum bisa keluar. Sebagai solusinya menurut informasi yang disampaikan Kasi Mapenda KanKemenag Kab. Bojonegoro, bahwa guru-guru tersebut diharapkan berkumpul di Aula Kemenag Kab. Bojonegoro pada hari Ahad, 11 September 2011 untuk GTT dan pada tanggal 13 September 2011 untuk guru PNS dengan keperluan pendataan lagi guna pengusulan NRG. Informasi ini disampaikan oleh Kasi Mapenda Kab. Bojonegoro pada saat acara Halal Bihalal di MTs Negeri 1 Bojonegoro. Kasi Mapenda juga akan berusaha untuk mengawal pengusulan NRG tersebut langsung sampai ke Jakarta karena bila sampai bulan Oktober NRG tersebut tidak keluar maka dana yang sudah ada tidak akan bisa dicairkan dan akan dikembalikan ke kas negara.

05 September 2011

Penetapan Guru Profesional Dalam Binaan Direktorat Pendidikan Madrasah Nomor DJ.I/DT.I.I/590.A/2011 (NRG Kemendiknas)


Berbulan-bulan menunggu Nomor Registrasi Guru (NRG) dari Kemendiknas.Tapi setelah ada kabar ternyata Kab. Bojonegoro belum muncul....... waaahhhhhh mundur lagi nihhh cairnya......
Berikut adalah Penetapan Guru Profesional Dalam Binaan Direktorat Pendidikan Madrasah Nomor DJ.I/DT.I.I/590.A/2011 (NRG Kemendiknas) masing-masing kab./kota: 



  1. Kab. Pacitan
  2. Kab. Ponorogo
  3. Kab. Trenggalek
  4. Kab. Tulungagung
  5. Kab. Blitar
  6. Kab. Kediri
  7. Kab. Malang
  8. Kab. Lumajang
  9. Kab. Jember
  10. Kab. Bondowoso
  11. Kab. Banyuwangi
  12. Kab. Situbondo
  13. Kab. Probolinggo
  14. Kab. Pasuruan
  15. Kab. Sidoarjo
  16. Kab. Mojokerto
  17. Kab. Jombang
  18. Kab. Nganjuk
  19. Kab. Madiun
  20. Kab. Magetan
  21. Kab. Ngawi
  22. Kab. Tuban
  23. Kab. Lamongan
  24. Kab. Gresik
  25. Kab. Bangkalan
  26. Kab. Sampang
  27. Kab. Pamekasan
  28. Kab. Sumenep
  29. Kota Kediri
  30. Kota Blitar
  31. Kota Malang
  32. Kota Probolinggo
  33. Kota Mojokerto
  34. Kota Pasuruan
  35. Kota Madiun
  36. Kota Surabaya
  37. Kota Batu
Berikut adalah usulan NRG dari kab./kota yang bermasalah:
Sumber: Mapenda Jatim

Pedoman Pembayaran Tunjangan Profesi


LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 73 TAHUN 2011
TENTANG
PEDOMAN PELAKSANAAN PEMBAYARAN TUNJANGAN PROFESI DAN
BANTUAN TUNJANGAN PROFESI GURU/PENGAWAS
DALAM BINAAN KEMENTERIAN AGAMA
PENDAHULUAN
A. Dasar Hukum
  1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4586).
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4941).
  • Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 85, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5016).
  • Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 72 Tahun 2008 tentang Tunjangan Profesi Bagi Guru Tetap Bukan Pegawai Negeri Sipil yang Belum Memiliki Jabatan Fungsional Guru.
  • Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor.
  • Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592).
  • B. Pengertian
    1. Tunjangan profesi guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memiliki sertifikat pendidik.
    2. Bantuan tunjangan profesi guru adalah subsidi tunjangan yang diberikan kepada guru berstatus Bukan Pegawai Negeri Sipil (Non-PNS) yang memiliki sertifikat pendidik.
    C. Tujuan
    Pemberian tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi bertujuan untuk meningkatkan motivasi, profesionalisme, dan kinerja, serta kesejahteraan guru dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar-mengajar dan prestasi belajar peserta didik.
    II. KRITERIA DAN PERSYARATAN
    A. Kriteria penerima:
    1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang memangku jabatan fungsional:
    1. Pengawas Pendidikan Agama;
    2. Pengawas Rumpun (Pengawas RA dan Madrasah);
    3. Guru pada RA dan Madrasah;
    4. Guru agama pada sekolah; dan
    5. Guru pada satuan pendidikan formal lainnya dalam binaan Kementerian Agama.
    2. Guru Bukan Pegawai Negeri Sipil (GBPNS) yang meliputi:
    1. Guru pada RA dan Madrasah;
    2. Guru agama pada Sekolah; dan
    3. Guru pada satuan pendidikan formal lainnya dalam binaan Kementerian Agama.
    B. Persyaratan:
    1. memiliki Sertifikat Pendidik;
    2. memiliki Nomor Registrasi Guru (NRG) dari Kementerian Pendidikan Nasional;
    3. aktif melaksanakan tugas sebagai guru atau pengawas;
    4. mengajar, melakukan tugas bimbingan, atau melakukan pengawasan sesuai dengan Sertifikat Pendidik yang dimilikinya;
    5. memenuhi beban kerja sebagaimana ditetapkan oleh Direktorat Jenderal terkait;
    6. berusia paling tinggi 60 (enam puluh) tahun; dan
    7. ditetapkan sebagai guru profesional oleh Direktur Jenderal yang terkait atau pejabat yang ditunjuk.
    III. BESARAN TUNJANGAN PROFESI DAN BANTUAN TUNJANGAN PROFESI GURU/PENGAVVAS
    A. Tunjangan Profesi dan Bantuan Tunjangan Profesi Guru/Pengawas:
    1. Guru PNS dan Pengawas diberikan tunjangan sebesar gaji pokok per bulan.
    2. Guru Bukan PNS diberikan bantuan tunjangan profesi setara dengan kualifikasi akademik, pangkat, dan masa kerja yang berlaku bagi guru PNS.
    3. Guru Bukan PNS yang belum disetarakan dengan kualifikasi akademik, pangkat, dan masa kerja yang berlaku bagi guru PNS diberikan bantuan tunjangan profesi sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per bulan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    4. Tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas dibayarkan mulai bulan Januari tahun berikutnya, terhitung sejak tanggal yang bersangkutan dinyatakan lulus ujian sertifikasi guru sebagaimana yang tercantum dalam sertifikat pendidik dan memperoleh NRG.
    5. Guru yang memperoleh sertifikat pendidik sebelum tahun 2008, tunjangan profesi atau bantuan tunjangan profesinya dibayarkan terhitung mulai tanggal 1 Januari 2008.
    B. Terhadap tunjangan profesi guru bagi PNS dan GBPNS dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 dengan tarif sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
    IV. PENGHENTIAN PEMBAYARAN TUNJANGAN
    A. Pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas dihentikan apabila guru/pengawas yang bersangkutan:
    1. meninggal dunia;
    2. memasuki usia 60 (enam puluh) tahun atau pensiun;
    3. berhalangan tetap sehingga tidak dapat menjalankan tugas sebagai guru;
      1. beralih tugas atau mutasi dari jabatan fungsional guru/pengawas ke jabatan lain;
      2. tidak lagi menjalankan tugas sebagai guru/pengawas di Kementerian Agama;
      3. tidak memenuhi beban kerja minimal yang ditentukan; dan
      4. tidak lagi memenuhi kriteria dan persyaratan yang diatur dalam ketentuan ini.
    B. Penghentian pembayaran tunjangan profesi atau bantuan tunjangan profesi guru/pengawas dinyatakan dengan Keputusan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota atau Kepala Satuan Kerja lainnya yang menjadi pelaksana pembayaran tunjangan profesi.
    V. SUMBER DANA
    1. Sumber dana untuk pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas bagi guru PNS yang satuan administrasi pangkalnya Madrasah Negeri, dibebankan kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Madrasah Negeri yang bersangkutan.
    2. Sumber dana untuk pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas selain sebagaimana dimaksud pada huruf a dibebankan kepada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
    VI. PROSEDUR PEMBAYARAN
    1. Pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas ditetapkan oleh Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada rnasing-masing Satuan Kerja (satker) yang terkait sesuai dengan ketentuan peraturan perundang­undangan.
    2. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kepala Madrasah Negeri wajib melakukan verifikasi terhadap usulan dan kelengkapan berkas pengajuan pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas dengan berpedoman pada kriteria dan persyaratari sebagaimana dimaksud dalam angka II.
    3. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Kepala Madrasah Negeri melakukan pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 164/PMK.05/2010 tentang Tata Cara Pembayaran Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor.
    4. Dalam hal terdapat tunggakan atau kekurangan bayar atas tunjangan profesi atau bantuan tunjangan profesi guru/pengawas pada tahun lalu, pembayaran dapat diberikan sepanjang pagu DIPA tersedia (termasuk DIPA pada APBN-P) tanpa melakukan revisi DIPA tahun berjalan.
    5. Dalam hal terdapat kekurangan bayar atas tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas yang diakibatkan adanya kenaikan pangkat, kenaikan gaji berkala dan/atau inpassing, pembayaran dapat diberikan sepanjang pagu DIPA tahun berjalan tersedia.
    6. Pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas dapat diberikan secara bertahap atau setiap bulan sesuai kondisi masing-masing satuan kerja.
    7. pembayaran tunjangan profesi guru dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas tidak menghalangi guru untuk menerima tunjangan kependidikan (fungsional), bantuan tunjangan fungsional, bantuan tunjangan khusus, dan tunjangan lainnya sesuai dengan kentuan peraturan perundang-undangan.
    8. Permohonan pembayaran tunjangan profesi diajukan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dengan melampirkan:
    • fotocopy Kenaikan Gaji Berkala atau dokumen lain yang secara sah menunjukkan gaji terakhir (bagi PNS);
    • fotocopy Sertifikat Pendidik yang dilegalisasi LPTK/PT yang menerbitkannya (khusus untuk pembayaran pada tahun pertama);
    • asli Surat Keterangan telah memenuhi Beban Kerja (SKBK) dengan ketentuan sebagai berikut:
    a) Guru PNS yang satuan administrasi pangkalnya Madrasah Negeri, SKBK diterbitkan oleh Kepala Madrasah Negeri yang bersangkutan.
    b) Guru selain sebagaimana dimaksud pada huruf a) SKBK diterbitkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten/ Kota.
    c) SKBK diterbitkan untuk setiap enam bulan (satu semester) atau sesuai dengan kalender akademik yang berlaku.
    d) Dalam hal guru yang bersangkutan mengajar di beberapa madrasah/sekolah SKBK diterbitkan berdasarkan Surat Keterangan Menjalankan Tugas (SKMT) yang diterbitkan oleh Kepala Satuan pendidikan Formal yang bersanggkutan dan diketahui oleh pengawas.
    • fotokopi buku rekening bank yang masih berlaku.
    VII LAPORAN DAN EVALUASI
    1. Pelaksanaan pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas harus dilakukan secara transparan dan akuntabel. Pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang untuk menjamin bahwa pemberian bantuan ini tepat sasaran, waktu, jumlah dan tepat penggunaan. Yang dimaksud tepat penggunaan dalam hal ini adalah bahwa tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas berdampak pada tercapainya tujuan tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas.
    2. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota dan Satuan Kerja lainnya yang menjadi pelaksana pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas, melalui koordinasi dan konsultasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi, wajib membuat perencanaan anggaran yang cermat agar semua guru/pengawas yang telah memenuhi syarat dapat menerima tunjangan profesi/bantuan tunjangan profesi yang menjadi haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk tunggakan atau kekurangan bayar atas tunjangan profesi atau bantuan tunjangan profesi guru/pengawas sebagaimana dimaksud pada angka V huruf D dan E.
    3. Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota day Satuan Kerja lainnya yang menjadi pelaksana pembayaran tunjangan profesi dan bantuan tunjangan profesi guru/pengawas wajib membuat laporan pelaksanaan secara periodik sesuai ketentuan yang berlaku. Laporan tersebut disampaikan kepada Direktorat Jenderal terkait melalui Kantor Wilayah Kementerain Agama Provinsi, selambat­lambatnya dalam waktu 2 (dua) bulan setelah dana tunjangan profesi dan bantuan tunjungan profesi guru/pengawas selesai dibayarkan.
    VIII. PENUTUP
    Pada saat Keputusan Menteri ini berlaku, Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor: SJ/DJ.II/3/KP.00.3/933/2010 tanggal 18 Juni 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembayaran Tunjangan Profesi bagi Guru di Lingkungan Kementerian Agama dinyatakan tidak berlaku.
    Sumber: Mapenda Jatim


     
    Blogger Templates