Social Icons

Pages

29 July 2010

PTK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) DAN CIRI-CIRINYA

Penelitian tindakan cocok untuk para praktisi yang bergelut dengan dunia nyata, maka PTK cocok untuk guru. Kita mungkin heran kenapa istilah ’penelitian’ yang biasanya berkenaan dengan teori sekarang dijodohkan dengan istilah ’tindakan’. Keheranan Guru tidak berlebihan karena memang jenis penelitian ini tergolong muda dibandingkan dengan penelitian tradisional yang telah ratusan tahun dikembangkan. Uraian beberapa butir di bawah ini akan dapat membantu Guru dalam memahami apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan (Kemmis & McTaggrt, 1988 )
Penelitian tindakan merupakan intervensi praktik dunia nyata yang ditujukan untuk meningkatkan situasi praktis. Tentu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru ditujukan untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya dan ia disebut ’penelitian tindakan kelas’ atau PTK.

Apakah kegiatan PTK tidak akan mengganggu proses pembelajaran? Sama sekali tidak, karena justru PTK dilakukan dalam proses pembelajaran yang alami di kelas sesuai dengan jadwal. Penelitian tindakan kelas (PTK) bersifat situasional, kontekstual, berskala kecil, terlokalisasi, dan secara langsung gayut (relevan) dengan situasi nyata dalam dunia kerja. Sebagai subyek dalam PTK termasuk murid-murid yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran. Di dalam melaksanakan PTK bisa melibatkan guru lain yang mengajar bidang pelajaran yang sama, yang akan berfungsi sebagai kolaborator dan observer.
Karena situasi kelas sangat dinamis dalam konteks kehidupan sekolah yang dinamis pula, peneliti perlu menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada. Guru memang dituntut untuk adaptif dan fleksibel agar kegiatan PTK selaras dengan situasi yang ada, tetapi tetap mampu menjaga agar proses mengarah pada tercapainya perbaikan. Hal ini menuntut komitmen untuk berpartisipasi dan kerjasama dari semua orang yang terlibat, yang mampu melakukan evaluasi diri secara kontinyu sehingga perbaikan demi perbaikan, betapapun kecilnya, dapat diraih. Oleh karena itu diperlukan kerangka kerja agar masalah pembelajaran secara praktis dapat dipecahkan dalam situasi nyata melalui PTK. Tindakan dilaksanakan secara terencana, hasilnya direkam dan dianalisis dari waktu ke waktu untuk dijadikan lgurusan dalam melakukan modifikasi.

Untuk dapat meraih perubahan dan perbaikian dalam pembelajaran yang diinginkan melalui PTK, menurut McNiff (1991), ada beberapa persyaratan PTK, yakni :
  1. Guru dan kolaborator serta murid-murid harus punya tekad dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan komitmen itu terwujud dalam keterlibatan mereka dalam seluruh kegiatan PTK secara proporsional.
  2. Guru dan kolaborator menjadi pusat dari penelitian sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas peningkatan yang akan dicapai.
  3. Tindakan yang dilakukan hendaknya didasarkan pada pengetahun, baik pengetahuan konseptual dari tinjauan pustaka teoretis, maupun pengetahuan teknis prosedural, yang diperoleh lewat refleksi kritis.
  4. Tindakan tersebut dilakukan atas dasar komitmen kuat dan keyakinan bahwa situasi dapat diubah ke arah perbaikan.
  5. Penelitian tindakan melibatkan pengajuan pertanyaan agar dapat melakukan perubahan melalui tindakan yang disadari dalam konteks yang ada dengan seluruh kerumitannya.
  6. Guru mesti mamantau secara sistematik agar mengetahui dengan mudah arah dan jenis perbaikan, yang semuanya berkenaan dengan pemahaman yang lebih baik
  7. Guru perlu menyajikan laporan hasil PTK dalam berbagai bentuk termasuk: (1) tulisan tentang hasil refleksi-diri, dalam bentuk catatan harian dan dialog, yaitu percakapan dengan dirinya sendiri; (2) percakapan tertulis, yang dialogis, dengan gambaran jelas tentang proses percakapan tersebut; (3) narasi dan cerita; dan (4) bentuk visual seperti Numbered Listdiagram, gambar, dan grafik.
  8. Peneliti (guru) perlu memvalidasi pernyataan tentang keberhasilan tindakannya lewat pemeriksaan kritis dengan mencocokkan pernyataan dengan bukti (data mentah), baik dilakukan sendiri maupun bersama teman (validasi-diri), meminta teman sejawat untuk memeriksanya dengan masukan dipakai untuk memperbaikinya (validasi sejawat), dan terakhir menyajikan hasil seminar dalam suatu seminar (validasi public). Perlu dipastikan bahwa temuan validasi selaras satu sama lain karena semuanya berdasarkan pemeriksaan terhadap penyataan dan data mentah. Jika ada perbedaan, pasti ada sesuatu yang masih harus dicermati kembali.
Kapan secara tepat guru dapat melakukan PTK?” Jawabnya: Ketika guru ingin meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawab nya dan sekaligus ingin melibatkan murid-murid Guru dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain, guru ingin meningkatkan praktik pembelajaran, pemahaman dan ingin memperbaiki situasi pembelajaran di kelas.Dapat dikatakan bahwa tujuan utama PTK adalah untuk mengubah perilaku pengajaran, perilaku murid-murid di kelas, dan/atau mengubah kerangka kerja melaksanakan pembelajaran kelas. Jadi, PTK lazimnya dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan atau pendekatan baru pembelajaran dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan langsung di ruang kelas.
PTK berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran di ruangan kelas. Menurut Cohen (1990), PTK dapat berfungsi sebagai :
  1. Alat untuk mengatasi masalah-masalah yang didiagnosis dalam situasi pembelajaran di kelas;
  2. Alat pelatihan dalam-jabatan, membekali guru dengan keterampilan dan metode baru dan mendorong timbulnya kesadaran-diri, khususnya melalui pengajaran sejawat;
  3. Alat untuk memasukkan ke dalam sistem yang ada (secara alami) pendekatan tambahan atau inovatif;
  4. Alat untuk meningkatkan komunikasi yang biasanya buruk antara guru dan peneliti;
  5. Alat untuk menyediakan alternatif bagi pendekatan yang subjektif, impresionistik terhadap pemecahan masalah kelas. Ada dua butir penting yang perlu disebut di sini. Pertama, hasil penelitian tindakan dipakai sendiri oleh penelitinya, dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya. Kedua, penelitiannya terjadi di dalam situasi nyata yang pemecahan masalahnya segera diperlukan, dan hasil-hasilnya langsung diterapkan/dipraktikkan dalam situasi terkait. Ketiga, peneliti tindakan melakukan sendiri pengelolaan, penelitian, dan sekaligus pengembangan.
Menurut Calhoun, E.F (1993), PTK memiliki kelebihan berikut :
(1) tumbuhnya rasa memiliki melalui kerja sama dalam PTK; (2) tumbuhnya kreativitias dan pemikiran kritis lewat interaksi terbuka yang bersifat reflektif/evaluatif dalam PTK; (3) dalam kerja sama ada saling merangsang untuk berubah; dan (4) meningkatnya kesepakatan lewat kerja sama demokratis dan dialogis dalam PTK
PTK Guru juga memiliki kelemahan: (1) kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada Guru sendiri karena terlalu banyak berurusan dengan hal-hal praktis; (2) rendahnya efisiensi waktu karena Guru harus punya komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya sementara Guru masih harus melakukan tugas rutin; (3) konsepsi proses kelompok yang menuntut pemimpin kelompok yang demokratis dengan kepekaan tinggi terhadap kebutuhan dan keinginan anggota-anggota kelompoknya dalam situasi tertentu, padahal tidak mudah untuk mendapatkan pemimimpin demikian.
Agar PTK berhasil, persyaratan berikut harus dipenuhi: (1) kesediaan untuk mengakui kekurangan diri; (2) kesempatan yang memadai untuk menemukan sesuatu yang baru; (3) dorongan untuk mengemukakan gagasan baru; (4) waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan; (5) kepercayaan timbal balik antar orang-orang yang terlibat; dan (6) pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh peserta penelitian.

28 July 2010

Notebook bukan Netbook

Netbook tentu beda dengan notebook. Dari penamaan ajah jelas beda. Dan dari susunan katanya juga tidak sama.halah hehe Secara mata memandang dan lalat tidur terlentang, bentuk dan ukurannya pun beda. Jadi apa perbedaan notebook dan netbook?mungkin ada yang mau menambahkan?


1. Ukuran dan berat

Dengan ukuran yang “hanya” 8-10 inchian dan berat yang hanya 1kg-an, tentu bikin si mungil (netbook) ini lebih mudah dibawa. Sedangkan notebook atau laptop biasa memiliki ukuran mulai 10-17inchi. Namun memang ada netbook ukuran 14 inchi, namun sepertinya gak cocok deh disebut netbook.

2. Input dan Output device

Untuk di netbook rata2 hanya terdapat slot usb. Hal ini karena netbook memang didesain seringkas mungkin dan lebih content consumption. Sedangkan notebook kita bisa menemukan optical drive dan slot usb.

3. Harga

Dari harga jelas terdapat perbedaan. Rata-rata netbook dibanderol harga 3-5/6jutaan. Sedangkan notebook minimal US$ 500 atau 5juta-an keatas. * dengan catatan barang masih baru,bukan BM atau second.

4. Performa

Dengan ditanamkan intel atom dalam netbook, performa netbook bisa dibilang cukuplah kalo hanya untuk ngenet dan nonton video. Namun kalo untuk ngedit gambar dan ngegame, sepertinya notebook lebih cocok. Selain itu notebook lebih cocok dan pas untuk anda yang bekerja secara “komplit”.

5. Segment pengguna

Pengguna netbook lebih cocok untuk pengguna yang menggunakan perangkat ini untuk berinternet, chatting, mendengarkan musik dan video. Kalau notebook tugasnya lebih berat lagi, dan lebih cocok untuk mereka yang menciptakan suatu konten, seperti mengedit video atau gambar.

Nah itu dia sedikit perbedaan netbook dan notebook. Saran saya kalo anda adalah orang yang mobile dan hanya membutuhkan konektivitas dengan internet saja,netbook pas untuk anda. Namun apabila anda adalah orang yang membutuhkan aplikasi yang banyak,seperti mendesaign gambar,mungkin notebook lebih tepat.

Oh,ya atau juga anda orang yang mudah terbawa arus dan gampang tergoda?misalnya pertama udah office doang,bis itu tergoda nginstal photoshop CS 3,bis itu corel draw x4,bis aplikasi untuk ngedit film. Notebook lebih cocok untuk anda.

Jadi sesuaikan dengan kebutuhan,jangan sampai salah membeli menyesal kemudian. :-)

Edit Foto Online



Mengedit Foto Secara Online adalah salah satu alternatif buat pemula yang ingin mempercantik, atau memperindah tampilan foto tanpa perlu dipusingkan dengan perintah atau prosedur yang rumit. Terkadang untuk mengedit foto di gunakan software pengolah grafis seperti adobe photoshop, dll. Namun jika menggunakan software tersebut dibutuhkan keahlian untuk mengoperasikan software pengolah grafis.

Salah satu website yang saya rekomendasikan adalah photofunia , Di situs tersebut kita bisa memilih frame atau effect yang bisa diterapkan pada foto kita. Langkah selanjutnya upload foto , dan lakukan perintah untuk melakukan proses penggabungan foto dan bingkai atau efek. maka hasilnya dalam bentuk file image (jpg) atau animasi (gif), bisa didownload.File file gambar yang sudah diedit bisa didownload kemudian dijadikan lampiran di email, atau disisipkan di dalam email, dipasang di blog atau album online, dll.
Untuk memulai klik disini

Memotifasi Membuat Penelitian Tindakan Kelas (PTK)

Mendengar nama PTK mungkin kita akan berpikir sulit, repot, malas, gak terlalu penting atau kata-kata lainnya yang membuat kita tidak ada semangat untuk melakukan PTK. Padahal kalau kita benar-benar mencerna apa itu PTK maka kita akan merasa terpanggil untuk melakukannya.
Kalau kita menyadari bahwa guru itu juga harus berkarya dalam bentuk karya ilmiah maka kita akan mempunyai kesadaran diri untuk membuat PTK. Karena dengan PTK kita akan mengetahui apasih yang terjadi di kelas kita? mengapa nilai yang dicapai anak didik kita kok terus-terusan rendah? mengapa kita selalu megatrol nilai agar siswa itu nilainya minimal sama dengan KKM?




Apalagi kalau kita sudah sertifikasai terus kita sudah merasakan gaji sertifikasi, maka rasanya kurang afdol kalau kita tidak bisa membuat PTK. Ingat mungkin status guru profesional kita akan ditinjau 5 tahun sekali apakah kita masih layak untuk menyandang status guru profesional. Kalau kita mengingat itu maka kita menimal akan tergugah untuk membuat karya tulis ilmiah, misalnya PTK.
Kalau kita sudah termotifasi untuk membuat PTK walaupun karena ada peninjauan kembali status sertifikasi kita lima tahun sekali, maka kita akan merasa mudah dan enjoy dalam membuat penelitian-penelitian selanjutnya. Kita akan terbiasa dalam menulis dan rasanya tidak enak kalau tidk menghasilkan karya tulis secara rutin.
Sebenarnya dengan adanya teknologi yang ada saat ini misalnya TIK mak kita akan merasa terfasilitasi dalam menyusun PTK atau karya ilmiah lainnya. Dengan TIK kita bisa mencari referensi-referensi yang belum kita punya. Dengan TIK kit bisa mempelajari karya ilmiah orang lain untuk mencari ide dalam membuat karya ilmiah sendiri.

17 July 2010

Pengertian Internet

Materi dasar Internet: Sejarah Internet, Aplikasi Internet, Keuntungan internet, Kerugian Internet. Download disini

Join 4Shared Now!
 
Blogger Templates